
Pandeglang, 30 September 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Riyadhussholihiin melaksanakan kegiatan Sosialisasi Sistem Informasi Pembinaan dan Prestasi Mahasiswa (SIPPMA) pada Rabu, 30 September 2026, bertempat di Masjid Quba STIT Riyadhussholihiin.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa STIT Riyadhussholihiin dengan jumlah peserta sebanyak 160 mahasiswa yang berasal dari jenjang Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Program I’dād Lughawi.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis STIT Riyadhussholihiin dalam memperkuat sistem pembinaan mahasiswa yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. Melalui SIPPMA, kampus berupaya membangun budaya mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan semangat berkontribusi.
SIPPMA sebagai Instrumen Pembinaan Mahasiswa
Sistem Informasi Pembinaan dan Prestasi Mahasiswa (SIPPMA) merupakan sistem yang dirancang untuk mencatat, memantau, dan mengevaluasi berbagai aktivitas pembinaan mahasiswa selama masa studi.
SIPPMA bukan sekadar sistem pengumpulan poin, tetapi menjadi instrumen pendukung dalam proses pembinaan mahasiswa agar lebih sistematis, terdokumentasi, dan mudah dievaluasi. Sistem ini membantu kampus dalam melihat perkembangan mahasiswa dari berbagai sisi, baik aspek spiritual, karakter, kedisiplinan, akademik, maupun kontribusi sosial.
Melalui penerapan SIPPMA, setiap aktivitas positif mahasiswa dapat menjadi bagian dari proses pembentukan lulusan STIT Riyadhussholihiin yang memiliki keseimbangan antara ilmu, iman, akhlak, dan pengabdian.
Adapun fungsi utama SIPPMA meliputi:
– sebagai sarana pembinaan karakter mahasiswa
– meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab
– mendukung peningkatan prestasi mahasiswa
– mendokumentasikan aktivitas mahasiswa
– menjadi instrumen evaluasi pembinaan
– mendukung peningkatan mutu institusi
Empat Pilar Pembinaan Mahasiswa STIT Riyadhussholihiin
Dalam pelaksanaan pembinaan mahasiswa, STIT Riyadhussholihiin menetapkan empat pilar utama pembinaan sebagai arah pembentukan karakter mahasiswa.
1. Ibadah dan Akhlak (العبادة والأخلاق)
Pilar pertama menekankan pembentukan pribadi mahasiswa yang memiliki kedekatan kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala serta berakhlak mulia.
Melalui pilar ini mahasiswa diarahkan untuk memiliki:
– kesadaran beribadah
– adab dalam kehidupan kampus
– sikap amanah dan bertanggung jawab
– karakter Islami dalam kehidupan sehari-hari
2. Al-Qur’an (القرآن)
Pilar Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam pembinaan mahasiswa STIT Riyadhussholihiin sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren.
Implementasinya melalui:
– pembinaan tahsin dan tahfizh
– interaksi rutin dengan Al-Qur’an
– peningkatan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an
– pembentukan karakter melalui nilai-nilai Al-Qur’an
3. Bahasa Arab (اللغة العربية)
Sebagai perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, penguatan kemampuan bahasa Arab menjadi salah satu kekhasan pembinaan mahasiswa.
Pilar ini diarahkan untuk:
– meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Arab
– membangun kebiasaan menggunakan bahasa Arab
– memperkuat kemampuan memahami literatur Islam berbahasa Arab
4. Dakwah dan Khidmah (الدعوة والخدمة)
Pilar ini bertujuan membentuk mahasiswa yang memiliki jiwa pelayanan dan kepedulian terhadap masyarakat.
Implementasinya meliputi:
– kegiatan dakwah
– pengabdian kepada masyarakat
– kontribusi sosial
– pembentukan jiwa kepemimpinan
Keempat pilar tersebut menjadi landasan Program Pembinaan Mahasiswa STIT Riyadhussholihiin, termasuk pembinaan mahasiswa non-asrama sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan Ketua STIT Riyadhussholihiin.
Waket III: SIPPMA Merupakan Ikhtiar dalam Mengoptimalkan Pembinaan Mahasiswa
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIT Riyadhussholihiin, Yahya Sukaryadi, B.Sh., M.Ed., menyampaikan bahwa penerapan SIPPMA merupakan salah satu bentuk ikhtiar kampus dalam mempermudah dan mengoptimalkan proses pembinaan mahasiswa, baik mahasiswa yang tinggal di asrama maupun mahasiswa yang berada di luar asrama.
Beliau menyampaikan:
Dengan sistem ini semoga bisa mempermudah pembinaan untuk seluruh mahasiswa, baik yang berada di asrama ataupun di luar asrama. Sistem poin ini adalah salah satu bentuk ikhtiar dalam mengoptimalkan pembinaan. Hakikatnya, setiap amal yang dilakukan harus ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Poin bukanlah tujuan utama, kami hanya membantu memberikan motivasi dalam bentuk visual agar mahasiswa dapat melihat perkembangan dirinya dan terdorong untuk meningkatkan kualitas diri. Barakallahu fikum.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa SIPPMA bukanlah tujuan akhir dalam pembinaan mahasiswa, melainkan sarana untuk membantu mahasiswa memahami proses perkembangan dirinya secara lebih terarah.
Delapan Aspek Penilaian dalam SIPPMA
Dalam pelaksanaannya, SIPPMA mencakup delapan aspek utama pembinaan mahasiswa, yaitu:
1. Akhlak dan Pribadi Islami
2. Kerapian, Ketertiban, dan Adab
3. Kedisiplinan
4. Ibadah
5. Organisasi dan Kegiatan Kampus
6. Kepemimpinan dan Kontribusi Sosial
7. Prestasi dan Keilmuan
8. Aktivitas Positif Lainnya
Setiap aktivitas mahasiswa akan dicatat dan diverifikasi berdasarkan bukti pendukung kegiatan. Sistem ini menjadi instrumen evaluasi pembinaan mahasiswa secara berkala dengan standar capaian yang telah ditetapkan dalam SIPPMA.
Membangun Mahasiswa STIT yang Berilmu, Berakhlak, dan Bermanfaat
Melalui sosialisasi SIPPMA ini, STIT Riyadhussholihiin berharap seluruh mahasiswa memahami bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur melalui nilai akademik, tetapi juga melalui kualitas pribadi, kedisiplinan, ibadah, kemampuan bahasa Arab, kedekatan dengan Al-Qur’an, serta kontribusi kepada masyarakat.
Implementasi SIPPMA menjadi bagian dari upaya STIT Riyadhussholihiin dalam menghadirkan sistem pembinaan mahasiswa yang terarah, terukur, terdokumentasi, dan berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam karakter, dan siap memberikan manfaat bagi umat.